MEMBUAT KECAP
AIR KELAPA
Oleh : MUHAMMAD DARWIS, SP
PENYULUH PERTANIAN KABUPATEN GOWA
Kemajuan peradaban
manusia terjadi pada semua sector dan sisi kehidupan ini. Salah satu sisi
kehidupan yang sangat maju pada jaman ini adalah kuliner. Brrbagai menu masakan telah berhasil
diciptakan oleh manusia melalui instink konsumtif mereka, demikian pula
berbagai penyedap rasa dan aroma telah berhasil dibuat untuk meramaikan
citarasa dan aroma menu tersebut. Salah satu penyedap rasa yang sudah lama
dikenal adalah kecap.
Pada awalnya kecap
dibuat orang dari bahan baku kacang kedelai. Kecap dari kacang kedelai ini
sangat digemari karena cita rasa yang
ditimbulkannya sangat nikmat. Perkembangan teknologi kuliner yang terus
bergerak berhasil menemukan bahan baku lain untuk membuat kecap yang tak kalah
nikmatnya dengan kecap kedelai yaitu air kelapa.
Kecap
air kelapa bila dilihat dari performa dan warnanya persis sama dengan kecap
kedelai. Tetapi teksturnya agak sedikit kasar oleh karena rempah-rempah
bumbunya yang kadang tidak teracik secara halus seperti halnya kecap kedelai
yang diproduksi oleh pabrik besar. Tetapi aroma dan flafournya tidak kalah
nikmat dan menarik. Silahnkan dicoba.
A. Proses Pembuatan Kecap Air Kelapa
Proses pembuatan kecap air kelapa meliputi pemilihan buah kelapa,
pengupasan/pemisahan air kelapa, penyaringan, pemasakan dan penambahan
bumbu-bumbu, penyaringan dan pembotolan.
Pemilihan buah ditujukan untuk mendapatkan buah dengan
tingkat kematangan yang seragam. Buah dengan tingkat kematangan yang seragam
dan dipilih yang cukup tua diharapkan akan memberikan komposisi kimia yang
hampir sama. Dalam penelitian ini digunakan buah yang cukup tua tetapi tidak
terlalu tua.
Pengupasan dilakukan untuk memisahkan sabut, tempurung, daging buah dan air
kelapa. Proses pengupasan dilakukan secara manual dengan menggunakan parang.
Air kelapa dipisahkan dari daging buahnya dan ditempatkan dalam wadah berupa
waskom yang terbuat dari stainless steel.
Penggunaan wadah stainless steel
dianjurkan untuk menghindari air kelapa
bereaksi dengan wadah yang akan mengurangi nilai gizi dari komponen-komponen
gizi yang terdapat dalam air kelapa.
Tahap berikutnya adalah penyaringan. Penyaringan dilakukan untuk memisahkan
air kelapa dengan kotoran-kotoran yng masih terikut dalam air kelapa, seperti
serpihan tempurung, sabut, daging buah maupun kotoran-kotoran padat lainnya.
Hasil penyaringan dimsak sesegera mungkin, agar tidak terjadi perubahan pada
air kelapa akibat aktifitas enzim dan mikroba.
Pemasakan bertujuan untuk menghasilkan konsistensi air kelapa yang
menyerupai kecap (kedelai). Selama proses pemanasan ditambahkan gula merah dan
bumbu-bumbu. Gula merah dan bumu-bumbu akan menyebabkan kecap bertekstur kental
dan beraroma khas. Selama
pemasakan/pemanasan terjadi trabsfer panas yang akan menurungkan kadar air
produk, oleh karena terjadinya penguapan yang menghasilkan produk yang kental.
Kekentalan juga menjadi indikator penilaian mutu kecap yang baik.
Proses pemanasan secara langsung juga akan mengawetkan produk, oleh karena
beberapa enzim dan mikroba yang terdapat pada bahan air kelapa akan
dinon-aktifkan bahkan dirusak oleh panas.
Penambahan bumbu-bumbu disamping memberi aroma dan
citarasa kecap, juga bumbu-bumbu akan berfungsi sebagai pengawet. Beberapa
bumbu seperti bawang, lengkuas dan sereh dapat bersifat anti mikroba pada bahan
makanan.
Dalam penlitian dilakukan proses pemanasan selama 2 (dua) jam untuk 10
liter bahan. Kecap yang diperoleh selanjutnya dilakukan penyaringan untuk memisahkan cairan dengan
mkotoran maupun bumbu-bumbuyang ditambahkan sebelumnya. Penyaringan dilakukan
dengan alat penyaring.
Tahap akhir dari proses ini adalah pembotolan. Pembotolan
dilakukan terlebih dahulu dengan mensterilkannya. Sterilisasi wadah ditujukan
untuk mendapatkan wadah botol yang bersih dan tidak bereaksi dengan bahan di
dalamnya. Suhu yang digunakan untuk sterilisasi adalah di ats titik didih air.
b.. Kandungan Gizi Kecap
Pada pembuatan kecap air kelapa
digunakan bahan baku air kelapa sebanyak kira-kira 10 liter serta bumbu-bumbu
dan penyedap sehingga diperoleh hasil kecap yang baik.
Hasil analisis laboratorium pada kecap tersebut di atas menunjukkan bahwa
kecap mengandung nilai gizi yang cukup sehingga layak untuk dikonsumsi.
Kandungan gisi kecap terdiri atas air, protein, abu dan padatan terlarut.
Tabel : Kandungan nutrisi
kecap air kelapa
|
No.
|
Produk
|
Komposisi (%)
|
|||
|
Air
|
Protein
|
Abu
|
Padatan Terlarut
|
||
|
1.
|
Kecap
|
24,01
|
2,30
|
6,09
|
12,34
|
Sumber: Laboratorium Nutrisi
Fakultas Peternakan UNHAS Makassar
Pada tabel di atas terlihat bahwa kadar air kecap adalah 24,01%. Dengan
kadar air demikian maka kecap dapat memberikan citarasa yang enak (tidak
hambar). Juga, dengan kadar air demikian maka produk dapat disimpan dalam waktu
cukup lama tanpa mengalami perubahan citarasa.
Hanya saja, bila dibandingkan dengan standar mutu kecap yang telah
ditetapkan, maka kadar air kecap air kelapa masih sangat tinggi, sebab kadar
air yang telah ditetapkan dalam standar mutu kecap adalah 9,7% (Tabel ). Hal
ini sesuai pendapat Winarno (2002) yang menyatakan bahwa kadar air suatu bahan
menentukan aseptabilitas, kesegaran dan daya tahan bahan. Air juga mempengaruhi
penampakan, tekstur serta citarasa makanan.
Tingginya kadar air kecap air kelapa kemungkinan disebabkan oleh bahan bakunya,
yaitu air kelapa. Sebagaimana diketahui bahwa air kelapa mengandung air yang
sangat tinggi.
Kadar protein kecap adalah 2,30%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecap
air kelapa mengandung protein yang cukup rendah bila dibandingkan kadar
protein dalam standar mutu kecap, yakni 29,8%. Namun demikian kecap
air kelapa masih dapat dijadikan makanan pelezat yang sehat untuk menunjang
pertumbuhan dan kesehatan. Telah diketahui bahwa protein dikenal sebagai zat pembangun, karena sangat bermanfaat
untuk proses pertumbuhan. Olehnya itu, bila kecap air kelapa dikonsumsi oleh
anak-anak maka hal tersebut sangat baik bagi mereka.
Kadar abu kecap air kelapa seperti tampak pada tabel adalah 6,09%, dengan
demikian dapat dinyatakan bahwa kadar
tersebut cukup tinggi bila diba dibandingkan kadar abu dalam standar mutu
kecap, yaitu 3,3%. Tingginya kadar abu kecap disebabkan karena bahan baku kecap
adalah air kelapa yang merupakan bahan organik.
Abu adalah zat anorganik hasil pembakaran bahan organik, dimana pada
kecap ini adalah air kelapa. Kadar
abu ada hubungannya dengan kadar mineral suatu bahan. Mineral yang terdapat
pada bahan dapat berupa 2 macam garam, yaitu garam organik dan garam anorganik.
Mineral juga kadang-kadang berbentuk senyawa kompleks yang bersifat organis
(Sudarmadji dkk, 1986)
Tabel juga menunjukkan bahwa kadar padatan terlarut kecap
air kelapa adalah sebanyak 12,34%. Hal ini berasal dari bumbu-bumbu yang
digunakan dalam proses pembuatan kecap air kelapa. Telah diketahui bahwa
pembuatan kecap menggunakan bahan-bahan yang ditambahkan ke dalam air kelapa,
seperti gula merah, penyedap rasa yang merupalan kaldu ayam. Kadar
padatan terlarut kecap air kelapa masih rendah bila dibandingkan dengan standar
mutu kecap yang ada, yakni 25,4%. Hal
ini kemungkinan disebabkan karena bahan baku kecap pada umumnya adalah bahan
padat, seperti kedelai, kecipir dan lain sebagainya, sehingga kadar padatan
telarutnya juga tinggi.
Sungguminasa Gowa, 27
April 2012
Dipublikasikan melalui
media elektronik dengan alamat blog:
muhdar27.blogspot.com
yang jadi pertanyaan
BalasHapus1.Yang Menjadi bahan baku air kelapa Tua atau muda
2.Air kelapa yang menjadi bahan baku langsung dibuat atau bisa ditimbun seperti halnya membuat nata decoco
3.Masa kadaluarsa berapa lama
Terima kasih...
Baik
BalasHapus